Ads 468x60px

Kamis, 20 November 2014

Dua model baru untuk mini PC populer dari Raspberry Pi Foundation

Seiring dengan tingkat popularitas Raspberry Pi, baru-baru ini Raspberry Pi Foundation mengeluarkan dua model revisi untuk menggantikan Raspberry Pi A dan Raspberry Pi B.

Bagi Anda yang kurang familiar dengan Raspberry Pi, Raspberry Pi merupakan modul mini PC dengan dimensi sebesar kartu kredit / kartu KTP. Sebagai pengembang embedded system, tentu pernah terbesit dalam benak kita bahwa betapa mudahnya apabila kita dapat memanfaatkan tenaga pemrosesan PC pada desain sistem yang kita buat. Namun hal tersebut terasa seperti angan-angan saja karena dimensi PC yang besar, biaya tinggi, serta tidak tersedianya GPIO menjadi beberapa batasan utama yang sulit untuk dikesampingkan.

Melalui hadirnya Raspberry Pi, yaitu sebuah PC low cost dengan ukuran sebesar kartu kredit, penggunaan tenaga pemrosesan PC pada proyek embedded system bukan lagi menjadi hal yang sulit lagi. Adapun Raspberry Pi juga telah dilengkapi dengan beberapa GPIO yang siap digunakan untuk mengakses berbagai external device (sensor, LED, aktuator, dll.). Hanya dengan beberapa alasan tersebut, telah banyak kalangan hobyist dan akademisi yang mulai menggunakan Raspberry Pi pada desain sistem mereka.

Kedua model baru yang ditujukan untuk menggantikan Raspberry Pi A dan Raspberry Pi B adalah Raspberry Pi A+ dan Raspberry Pi B+. Perbandingan spesifikasi untuk masing-masing model terdapat pada tabel di bawah.

Raspberry Pi A Raspberry Pi A+ Raspberry Pi B Raspberry Pi B+
Main Chip (SoC)
Broadcom BCM2835
CPU
700 MHz ARM1176JZF-S core
GPU
Broadcom VideoCore IV @ 250 MHz
Memory (SDRAM)
256 MB (Shared with GPU)
512 MB (Shared with GPU)
USB 2.0
1 Port
2 Port
4 Port
Video Port HDMI
RCA jack (composite video)
HDMI
3.5 mm Jack (TRRS)
HDMI
RCA jack (composite video)
HDMI
3.5 mm Jack (TRRS)
On Board Storage SD / MMC / SDIO card slot
MicroSD
SD / MMC / SDIO card slot
MicroSD
Network
-
1x RJ45
GPIO 21 (rev. 2) 26 21 (rev. 2) 26
Power 1.5 W 1 W 3.5 W 3 W
Size 85.60 mm × 56.5 mm 65 mm × 56.5 mm 85.60 mm × 56.5 mm 85.60 mm × 56.5 mm
Weight 45 g 23 g 45 g 45 g

Melalui informasi tabel di atas, spesifikasi utama dari Raspberry Pi A+ dan Raspberry Pi B+ dengan pendahulunya tidaklah berbeda jauh. Adapun beberapa perbedaan utama terdapat pada desain layout dan penempatan komponen.

  1. Penempatan port RJ45 dan USB yang disejajarkan membuat desain Raspberry Pi A+ dan Raspberry B+ menjadi lebih rapi
  2. Tambahan GPIO untuk menghubungkan lebih banyak external device
  3. Jumlah port USB menjadi 4 buah pada Raspberry Pi B+ sehingga kita dapat menghubungkan peripheral tambahan selain keyboard dan mouse
  4. Konektor RCA digantikan dengan jack 3.5 mm yang juga sekaligus merupakan analog audio out
  5. Dimensi Raspberry Pi A+ bukan lagi sebesar kartu kredit, melainkan lebih kecil dari kartu kredit
  6. Mounting hole Raspberry Pi A+ dan Raspberry Pi B+ diletakkan pada ujung board
  7. Raspberry Pi A+ dan Raspberry Pi B+ menggunakan Micro SD (push-push slot) sebagai penyimpan data utamanya, sehingga tidak ada lagi bagian SD card yang menonjol keluar dari PCB

Seperti yang disampaikan oleh Eben Upton, Raspberry Pi A+ dan Raspberry Pi B+ dapat dianggap sebagai "final evolution" dari model Raspberry Pi yang ada saat ini. Melalui pernyataan tersebut, Raspberry Pi Foundation tampaknya tak berkehendak melakukan revisi spesifikasi (seperti peningkatan processor ataupun RAM) untuk Raspberry Pi A dan Raspberry Pi B. Namun pernyataan tersebut juga tidak menutup kemungkinan, apabila akhirnya akan hadir modul mini PC baru dari Raspberry Pi Foundation dengan kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi. Mari kita tunggu inovasi selanjutnya dari Raspberry Pi Foundation!

Tertarik untuk memiliki modul Raspberry Pi? Silahkan berkunjung ke DigiWare Store.



Kamis, 16 Oktober 2014

Membaca Tag-ID RFID dengan Arduino (DT-AVR Leoduino)

Akhir-akhir ini pengembangan teknologi berbasis contactless cukup ramai diterapkan, utamanya pada sistem yang membutuhkan keamanan khusus serta mobilitas yang cukup tinggi. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan produk RFID, nah apa sih sebenarnya RFID itu ? RFID (Radio frequency identification) merupakan sistem identifikasi tanpa kabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan. Pengunaan RFID sebagai teknologi berbasis contactless ini dirasa cukup murah dibandingkan dengan teknologi yang lain.. Berikut ini admin akan mencontohkan cara membaca ID dari RFID Card serta menampilkan secara langsung pada terminal. Untuk komponen utama admin menggunakan produk dari Innovative electronics yaitu    :
1.    DT-AVR Leoduino (Arduino Compatible).
2.    RFID Starter Kit (RFID Reader ID-12 Innovations).
3.    RFID Card.
Gambar 1. Komponen utama pembacaan RFID Card.

 

•    Instalasi DT-AVR Leoduino Dengan RFID Starter Kit

Pada tutorial kali ini kita akan menghubungkan DT-AVR Leoduino dengan RFID Starter Kit secara serial, sehingga perlu dilakukan setting jumper pada RFID Starter Kit yaitu jumper pin 2, pin 1 pada J4 dan pin 4 pada J6. Kemudian D0 Pin J7 pada RFID Starter Kit di hubungkan ke RX pada DT-AVR LEODUINO. Berikut adalah instalasi wiring Arduino dengan RF-ID Starter Kit :

Gambar 2. Wiring diagram pembacaan RFID Card.
Pada RFID Starter Kit pengiriman data dapat dilakukan dengan beberapa format data seperti format data UART RS-232, UART TTL, Wiegand26 dan format data Magnet emulation. Pada tutorial kali ini admin menggunakan format data UART TTL menggunakan kabel serial. Pemilihan format data pengiriman ini dilakukan dengan melakukan setting jumper pada modul RFID Starter Kit. Berikut setting jumper yang dilakukan :

Gambar 3. Setting jumper pada RFID Starter Kit.

 

•    Listing Program

Listing program dibuat dengan mengacu pada program pembacaan RFID dari arduino playground http://playground.arduino.cc/Code/ID12.
Berdasarkan program tersebut didapatkan hasil parsing data RFID card yang kemudian akan diproses menggunakan beberapa tambahan code untuk mendapatkan nilai heksa dan desimal.


 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
if (bytesread == 12) {
 for (i=1; i<5; i++) {
  if (code[i] < 16) 
   a=((code[1])*16777216);
   b=((code[2])*65536);
   c=((code[3])*256);
   d=((code[4])*1);
   totalsimpan=a+b+c+d;
  }
  Serial.print ("ID Heksa :");
  Serial.print (totalsimpan,HEX);
  Serial.println ();
  Serial.print ("ID Decimal :");
  Serial.print (totalsimpan,DEC);
}


•    Hasil Pembacaan Data

Hasil pembacan data yang ditampilan dari RFID Card berupa data heksa dan desimal akan ditampilkan pada serial monitor sebagai berikut :

Gambar 4. Hasil pembacaan pada serial monitor.

Kode program lengkap bisa diunduh melalui link ini.
Informasi lengkap mengenai produk-produk Innovative Electronics.
Informasi mengenai pelatihan Arduino bisa dilihat melalui link ini.

Senin, 14 April 2014

LInux pada ATmega1284P

Mungkin beberapa orang tertawa ketika mendengar Sistem Operasi Linux diimplementasikan ke dalam ATmega1284P. Akan tetapi Dmitry Grinberg dapat melakukannya dengan sempurna....


Sebagai prosesor utama digunakan ATmega1284P. Selain itu kebutuhan akan RAM dapat diakali dengan menggunakan 30-pin SIMM memory module.
Perihal urusan tempat penyimpanan, digunakan SD Card dengan kapastias 1GB yang dapat diakses melalui antarmuka SPI.


Video :



WebServer dengan Arduino dan WIZ550IO

Berikut ini merupakan contoh aplikasi webserver dengan Arduino dan WIZ550IO.

From Youtube, Embedded Web Server (Arduino Wiz550io) – Mortadha Dahmani
This video is Programming of WEB Server using WIZ550io.
He used Arduino UNO and Arduino Sketch.



Download Lib & Source From:
https://github.com/MAMDGSM/EthernetMAMDWiz

Sumber : http://wizwiki.net/embedded-web-server-arduino-wiz550io/

Senin, 07 April 2014

Cara koneksi ke Google (HTTP/HTTPS) dengan menggunakan WIZFI250

Berikut ini panduan untuk melakukan koneksi ke Google dengan menggunakan WIZFI250.


How to Connect to Google(HTTP/HTTPS) Using WizFi250

We will demonstrate the connection to Google web server via HTTP(port 80) and HTTPS(port 443) with WizFi250.

<HTTP Client Example>
(AP Association)
AT+WLEAVE
[OK] AT+WSET=0,Wiznet_Kaizen
[OK] AT+WSEC=0,OPEN
[OK] AT+WNET=1
[OK] AT+WJOIN
Joining : Wiznet_Kaizen
Successfully joined : Wiznet_Kaizen

[Link-Up Event] IP Addr    : 192.168.15.10
Gateway    : 192.168.15.1
[OK]
(This is for easy parsing the data. If you want to parse the header manually, you can omit this step.)
AT+SFORM=000000000
[OK]
(Find IP address of google.com)
AT+FDNS=google.com,3000
74.125.128.102
[OK]
(Connect to the google web server via HTTP(80))
AT+SCON=O,TCN,74.125.128.102,80,0,0

[CONNECT 0] [OK]
(Send Web Request)
AT+SSEND=0,,,18
[0,,,18] GET / HTTP/1.1\r\n\r\n
[OK]
(Now, you can receive the data from google web server via HTTP like below.)
HTTP/1.1 302 Found
Location: http://www.google.co.kr/?gws_rd=cr&ei=pIz0UvbYBqmZiQf2zIDgCA
Cache-Control: private
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Set-Cookie: PREF=ID=55cbe1a26a10a4a4:FF=0:TM=1391758500:LM=1391758500:S=V39C5p8-28xe7gVT; expires=Sun, 07-Feb-2016 07:35:00 GMT; path=/; domain=.google.com
Set-Cookie: NID=67=eAwBBej-W68bRryLLG7O86lG5BkNJzD5GpFZxbUnkHmHs6DyaeocsgLh4yd8mYc5pzyQJxTdC4f7GfqSrbC6orrtgErxRRSC0hxloj6B53eKbRYzWeIv5PGF9UT97v2c; expires=Sat, 09-Aug-2014 07:35:00 GMT; path=/; domain=.google.com; HttpOnly
………………………………

(Disconnect the connection with google web server)
AT+SMGMT=ALL

[DISCONNECT 0] [OK]
And, below picture is the Wireshark capture of above HTTP example.
222


<Get HTTPS Example>

(By this step, you can refer to the <Get HTTP Example>.)
(Connect to the google web server via HTTPS(443))
AT+SCON=O,TCS,74.125.128.102,443,0,0

[CONNECT 0] [OK]
(Send Web Request)
AT+SSEND=0,,,18
[0,,,18] GET / HTTP/1.1\r\n\r\n
[OK]
(Now, you can receive the data from google web server via HTTPS like below.)
HTTP/1.1 302 Found
Location: http://www.google.co.kr/?gws_rd=cr&ei=pIz0UvbYBqmZiQf2zIDgCA
Cache-Control: private
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Set-Cookie: PREF=ID=55cbe1a26a10a4a4:FF=0:TM=1391758500:LM=1391758500:S=V39C5p8-28xe7gVT;
………………………………

(Disconnect the connection with google web server)
AT+SMGMT=ALL

[DISCONNECT 0] [OK]
And, below picture is the Wireshark capture of above HTTPS example.
333

Posted by: Steve Kim
Sumber : http://wizwiki.net/how-to-connect-to-googlehttphttps-using-wizfi250/

Rabu, 02 April 2014

Kontes Aplikasi Embedded Dengan Menggunakan WIZ550io Ethernet Module

Memiliki ide-ide kreatif dalam hal aplikasi embedded? Ikuti saja kontes aplikasi embedded yang selenggarakan oleh WIZnet, Circuit Cellar, dan Elector.


wiznet_fullMARCH2014_v4
Have an idea for an innovative, ’Net-enabled electronics system? Enter the WIZnet Connect the Magic 2014 Design Challenge for a chance to win a share of $15,000 in prizes and gain recognition by Elektor International Media and Circuit Cellar.  Implement WIZnet’s WIZ550io Ethernet module, or W5500 chip, in an innovative design, document your project, and submit your entry. Eligible entries will be judged on their technical merit, originality, usefulness, cost-effectiveness, and design optimization.
CHALLENGE LAUNCH: March 3, 2014 (12 PM EST) 
SUBMISSION DEADLINE: August 3, 2014 (12 PM EST)
The following items should be submitted with a Project Registration Number to be deemed an acceptable Entry:
  • Abstract: Project synopsis(approx. 500 words), schematic, block diagram, project photo, code snippet
  • Complete Documentation: Detailed project description.
  • Source Code
  • Note: The block diagram, project photograph, and schematic must also be supplied as separate files
Prize
• $5,000 First Prize
• $3,000 Second Prize
• $2,000 Third Prize
• Five (5) Honorable Mention prizes of $1,000 each.
Resource & Forum
• For more information: http://circuitcellar.com/wiznet2014/