Ads 468x60px

Kamis, 30 Agustus 2012

Project – W5200 Ethernet for Arduino Nano – Fritzing

Fritzing is an open-source initiative to support designers, artists, researchers and hobbyists to work creatively with interactive electronics.

Here is the connections required to connect the WIZNET WIZ820io to the Arduino NANO. 

The WIZ820io uses the W5200 chip which requires a patch to the W5100 files normally provided in the Arduino Ethernet Library. WIZNET website has the new library replacement files. There are two versions. One for arduino-0023 and prior. One for arduino-1.0 and newer. The files that need replacing are w5100.c and w5100.cpp. 

More information please log in:

Rabu, 29 Agustus 2012

Would You Wear an Internet-Connected T-Shirt?

"Would you wear an Internet-connected t-shirt that shows your tweets? One firm thinks you might."

T-shirts are great outerwear, especially in the summer. But they’re just so, you know, analog.

That may change, though. Ballantine’s, the brand behind the tattoo-based “Human API,” has a new idea it calls “T-Shirt OS.”

The concept: A T-shirt with an ultrathin LED screen that’s connected to the Internet (via your smartphone) and can display tweets, your Intstagram feed and even take photos. Though the technology to do all this is available, it’s not clear whether consumers want such an item. Hence the video above, which is a sort of trial balloon for the concept. If you like what Ballantine’s is proposing, then visit the brand’s Facebook Page.

But we’d like to hear from you too. Is this a good idea or the ’10s equivalent of a pet rock? Let us know in the comments.


Selasa, 28 Agustus 2012

New WIZnet ethernet shield – Forums – Adafruit Industries

Arduino Ethernet shield using WIZ820io…
“Anybody ever used WIZ820io ethernet module from wiznet? I am thinking of using that instead of official Ethernet shield which is expensive. And it is smaller, can be mounted on breadboard. I understand that earlier version …”

See on

More informaiton please log in:

Senin, 27 Agustus 2012

Internet Meter: an introduction to the Arduino Ethernet Shield

Matt Makes introduce an Internet Meter using Arduino Ethernet Shield with PHP server.
More information please refer:

Jumat, 24 Agustus 2012

“Functional Features: WLAN modules and its start” Articles by Klaus Vogel

Klaus Vogel is a Systems Application & Product Manager in the Semiconductor Division of ACAL , WIZnet distributor in Germany. He explains the various options of WIZnet Wi-Fi from Wiz610 to WizFi210/220

More information please log in:

Kamis, 23 Agustus 2012

Arduino Wi-Fi shield using WizFi210

Power blogger in Netherlands, Ben Zijlstra made a Wi-Fi shield for Arduino Mega2560 using WizFi210.
WIZFI210 Arduino Mega shield
A working Arduino Mega WIZFI210 shield. Two buttons on the GPIO, three LEDs, powerregulator with a shutdown, connected to two softserial ports on the Arduino (INT0/INT1). Programmed in Bascom-AVR.From[Weblog Ben's HobbyCorner]

More information about  WizFi210 please log in:

Rabu, 22 Agustus 2012

WIZnet Serial to Ethernet Gateway with PIC Microcontroller

This is article from one of electronics amateur, experience in embedded design and programming. He has utilize the BPS-5-3 breadboard power stick, LC04A Logic Level Shifter and WIZnet Serial to Ethernet Gateway, to show the basic interface between WIZnet gateway, Graphic LCD, PIC microcontroller and the setup.

Main Components:

1. WIZnet Serial-to Ethernet Gateway.

2. PIC16F688 Microcontroller.

3. Breadboard GL-12 (C&D).

4. Breadboard Power Stick 5V 3V3.

5. Logic Converter 4 Channels.

6. 5110 Nokia LCD.

See on

Selasa, 21 Agustus 2012

Linux drivers for WIZnet W5100 and W5300

The benefits of Wiznet solution is “easy to use” and “guarantee the line speed“.
That’s why it’s used in non OS small embedded application as well as Linux platform.
W5300 performance comparison
W5300 performance comparison
Maybe Wiznet W5100, W5300 linux driver will be available on Linux mainline 3.4 or 3.5.
Thanks to Taehun Kim and Mike Sinkovsky from TRIKOM.
Linux driver for W5100 and W5300
Linux driver for W5100 and W5300

More information please log in:

Jumat, 17 Agustus 2012

WizFi630 802.11b/g/n Embedded WiFi Module Connects Devices to Internet

The WIZnet WizFi630 is a high-performance embedded Wi-Fi gateway module. The board transforms RS-232 and TCP/IP protocol into IEEE802.11 b/g/n wireless LAN protocol. WizFi630 enables a device with a RS-232 serial interface to connect to LAN or WLAN for remote control, measurement, and administration. WizFi630 can also operate as an IP router due to its internally embedded switch. WizFi630 WiFi modules are available now. Prices start at $35.

WIZnet Wi-Fi uses serial (UART), LAN, and WiFi (WLAN) interfaces to perform functions such as serial-to-WiFi, serial-to-Ethernet, and Ethernet-to-WiFi. Users can connect to WizFi630′s internal web server, and use simple serial commands to change WiFi settings. In addition to serial devices, 8/16/32-bit micro controllers can also use WizFi630′s UART interface for WiFi functions. WizFi630 can operate in Gateway, AP, AP-Client, Client, and AD-HOC modes. The WizFi630 features two UART and three Ethernet interfaces.
WizFi630 can significantly simplify wireless module tasks like design, testing, and certification. It is an easy solution for users who lack wireless network experience. WizFi630 follows the 802.11b/g/n standard, and supports wireless interface transfer speeds of up to 150Mbps. Configuration as a built-in web server is easy via serial commands from the Windows utility software provided. WizFi630 is CE and FCC certified.
A WizFi630 Evaluation Board with ready-made interface connectors is also available. It provides a complete test set-up, with PC software and documentation, enabling anyone to quickly develop a wireless solution. The WizFi630 Evaluation Board is priced at $98.

WIZnet WizFi630 802.11b/g/n Embedded WiFi Module
  • Complies with IEEE 802.11 b/g/n
  • Physical link rate up to 150Mbps (effective rate: 90Mbps)
  • Operation mode: Gateway, AP (Bridge), AP-Client, Client, AD-HOC
  • Supports three Ethernet ports (10/100 fast Ethernet)
  • Supports 2 UART (1200bps to 921,600bps)
  • 1T1R RF interface
  • Security: WEP 64/128bit, WPA/WPA2-PSK TKIP, AES and 802.1x
  • Easy configuration: built-in web server, serial command, Windows utility
  • Compact size: 33 x 43 x 4.5mm
  • CE, FCC, KCC Certified

See on:

More information please log in :

Senin, 13 Agustus 2012

Penggunaan WiFi untuk sistem komunikasi data (Internet of Things)

Teknik pertukaran data saat ini telah memasuki era wireless, dimana data yang dikirimkan oleh pengirim tidak harus dilewatkan kabel agar dapat sampai ke penerima, melalinkan melalui udara (RF / Radio Frequency).

Terdapat beberapa modul RF yang cukup populer telinga para penggemar dunia elektronika, yaitu Zigbee, WiFi, RF 433,92MHz, dll. Apabila sistem wireless ini ingin diterapkan pada sistem aplikasi yang kompleks, seperti IoF, maka pilihan modul RF yang biasa digunakan adalah WiFi dan Zigbee. Sebenarnya ada teknolgi wireless yang lain, seperti 6LoWPAN, akan tetapi teknologi ini belum terlalu populer dikalangan penggemar dunia elektronika di Indonesia.

Perdebatan tentang penggunaan modul WiFi atau RF (Zigbee) masih sering diperbincangkan dalam perancangan sebuah sistem. Apakah WiFi lebih bagus dari pada Zigbee? atau sebaliknya?

Berikut ini penjelasan singkat yang mungkin bisa memberikan sedikit informasi dalam memilih modul Wireless.

Keuntungan WiFi :
  • Sudah terintegrasi dengan Internet Gateways (WiFi Access Point), memudahkan masing-masing device pada sistem dapat terhubung ke Internet tanpa memerlukan tambahan jaringan lagi.
  • Hampir semua produk-produk smartphone saat ini telah dilengkapi dengan WiFi, sehingga dalam mengatur sistem yang menggunakan WiFi dapat dengan mudah langsung dikendalikan ataupun di monitor melalui sebuah layar smartphone.
  • Sudah memiliki standarisasi, sehingga para penggembang hanya memikirkan pada sistem pengembangan sistem (tidak perlu memikirkan lagi standarisasi komunikasi data).
  • Terintegrasi dengan sistem keamanan, seperti WPA,WPA2, WEP, dll
Kelemahan WiFi :
  • Masih cukup mahal dari sisi hardware jika dibandingkan dengan modul RF
  • Konsumsi daya yang cukup rendah jika dibandingkan dengan modul RF
  • Jika menggunakan modul WiFi yang low power, pada implentasi di dalam ruangan kurang cukup bagus.
Keuntungan modul RF
  • Jarak jangkauan bisa jauh dan sangat bagus dalam implementasi indoor
  • Harga yang cukup kompetitif.

Lalu, mana yang lebih bagus?

Dalam perbandingan ini tidak menilai mana yang lebih bagus, akan tetapi semua ini dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu : 
  1. Sistem aplikasi yang inign dikembangkan (kondisi lingkungan, penggunaanya)
  2. Hasil yang ingin dicapai

Sebagai contoh : 
  • Jika pada suatu sistem ingin dirancang untuk dapat dikendalikan melalui jaringan internet, maka mungkin pilihan modul WiFi menjadi pilihan utama
  • Jika pada suatu sistem ingin dirancang untuk bekerja pada suatu gedung dan terpisah-pisah diantara dinding-dinding beton, mungkin pilihan modul RF menjadi solusi utama.

Perihal informasi tentang macam-macam modul RF dan modul WiFi dapat dilihat pada

Kamis, 09 Agustus 2012

Penggunaan WIZ105SR Pada Sistem Kendali Akses Ruangan

WIZ105SR merupakan salah satu jajaran produk WIZnet yang berfungsi sebagai Serial to Ethernet Converter. Dengan hadirnya produk ini, maka mikrokontroler yang memiliki antarmuka UART dapat dengan mudah terhubung ke jaringan Internet ataupun Ethernet melaui modul WIZ105SR. Selain itu, modul ini sudah dilengkapi dengan MagJack (RJ45) yang sudah terintegrasi dengan filter.

Berdasarkan dari kemampuan yang dimiliki oleh WIZ105SR, maka hanya dengan bermodalkan 1 buah mikrokontroler maka dapat terciptalah 1 embedded system yang terhubung ke jaringan ethernet ataupun internet.

Sistem Kendali Ruangan

Sistem Presensi Online

Sistem Kendali Akses Ruangan pada umumnya diterapkan pada institusi pendidikan yang ingin lebih mengoptimalkan sistem ruang kelasnya dan telah diimplementasikan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Adapun keuntungan yang didapat pada sistem ini adalah sebagai berikut :
  • Mengatur hak akses masuk ke ruangan (menggunakan contactless smartcard)
  • Mengatur penggunaan peralatan dalam ruangan
  • Mengatur waktu aktif peralatan (otomatis mati jika waktu habis)
  • Mencatat setiap akses ke ruangan (Sistem Presensi Online)
  • Mengirimkan log ke server saat diminta


Rabu, 08 Agustus 2012

S/W Release of WizFi Shield for Arduino

WizFi shield uses Wiz820io, WizFi210 module and supports the Ethernet and Wi-Fi connectivity simultaneously.
1. Hardware
a)    Ethernet
-. Wiz820io is connected with SPI signals.
-. Other signals
  • /SS_WIZ (Input): SPI slave chip select signal
  • /RESET_WIZ (Input): H/W reset signal
  • PWDN (Input): Set power down mode
  • /INT_WIZ (Output): Interrupt signal
WIZ820io Interface
WIZ820io Interface
b)   Wi-Fi
-. WizFi210 module is connected with SPI signals
-. Other signals
  • /SS_WIFI(Input): SPI slave chip select signal
  • FAC_RST (Input): Factory reset
  • GPIO19 (Output): If this signal is high, indicate the data in the receive buffer in the WizFi210
  • WIFI_RST (Input): Reset signal
WizFi210 Interface
WizFi210 Interface
c)    Hardware description
WizFi Shield Hardware description
WizFi Shield Hardware description
  • a: WizFi210 Factory Reset button
  • b: Power LED
  • c: Reset button
  • d: Power LED of WizFi210
  • e: Pin header: Select RUN mode or F/W update mode of WizFi210
  • f: Pin header: UART Interface of WizFi210
  • g: LEDs: Indicate the operation of WizFi210
  • h: Antenna

2.    How to test?
a)    Test environments
Test environment

. WizFi Shield gets the IP address using DHCP and works as TCP server.
-. Laptop connects to it. After the connection is established, the data between the laptop and WizFi shield is transparent.

Screen shot

Senin, 06 Agustus 2012

Membuat Robot Line Tracking hanya dalam waktu kurang dari 1 jam.

Ingin membuat robot line follower / line tracking, tetapi bingung mulai dari mana?
atau memiliki modul Arduino, tetapi binggung ingin membuat aplikasi seperti apa?

Salah satu kelebihan modul Arduino adalah begitu banyaknya modul add-on yang disediakan agar modul Arduino dapat berubah menjadi sebuah modul kompleks dan memiliki banyak fitur serta kecanggihan. Modul add-on tersebut biasa disebut sebagai Shield.

Saat ini Innovative Electronics telah meluncurkan produk terbaru, yaitu DT-Robot Line Tracking Shield. Sesuai dengan namanya, Shield ini akan berfungsi sebagai modul tambahan agar modul Arduino dapat dengan mudah menjadi Robot Line Tracking Shield.
DT-AVR Line Tracking Shield
Shield ini memang dirancang khusus sebagai shield untuk modul DT-AVR Inoduino, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan shield ini di modul Arduino yang lain, seperti Ardunio Uno ataupun Arduino Mega.

Shield ini telah dilengkapi dengan driver motor TB6612FNG yang berfungsi sebagai dapur pacu. Kecepetan dari motor dikendalikan dengan menggunakan PWM oleh kontroler melalui IC driver ini.
Pada bagian penggerak roda, digunakan 2 buah gear box motor berbahan metal yang dapat dikendalikan secara terpisah. Sedangkan untuk urusan kaki-kakinya, digunakan roda berbahan Alumunium dengan diameter 2,4 cm serta berbalut karet anti slip.

Pada bagian elektronik, shield ini menggunakan 2 buah sensor NPN-Silizium-Fototransistor (SFH 300) yang  berfungsi sebagai pengeliatan untuk melihat adanya garis / warna. Sensor ini dibantu dengan 1 buah LED yang berfungsi sebagai sumber cahaya dalam mendeteksi warna permukaan yang akan dideteksi.

Pada bagian software, produk ini telah dilengkapi dengan list program "LineTracking.pde" yang digunakan untuk mengatur kinerja robot dengan menggunakan software editor Arduino IDE. Selain itu, untuk mengatur kecepatan motor, penentuan nilai threshold, dan logika gerakan robot tidak perlu mengubah list program utama, tetapi gunakan saja software "Inoduino LT-Bot.exe".

Inoduino LT-Bot.exe

Pada paket penjualan, semua rangkaian shield ini sudah terpasang rapi dan telah melewati tahapan QC yang ketat. Adapun pada paket penjualan produk ini disertakan 1 buah kunci "L" untuk membantu dalam melakukan setting ulang roda atapun penggantian roda.

Proses perakitan shield dengan modul kontroler, seperti DT-AVR Inoduino, Arduino Mega dan Arduino Uno tidak memerlukan waktu yang lama. Kurang dari 1 jam saja, robot line follower / line tracking impian anda akan terwujud dengan mudah.

Berikut ini langkah-langkah singkat dalam merangkai DT-Robot Line Tracking Shield :
  1. Hubungkan DT-Robot Line Tracking Shield dengan modul DT-AVR Inoduino / Arduino Uno / Arduino Mega
  2. Upload sketch "LineTracking.pde" dengan menggunakan Arduino IDE
  3. Setting kecepatan, arah putar motor dan logika penggerakan robot melalui software "Inoduino LT-Bot.exe"
  4. Robot Line Tracking siap digunakan.

MVI 0022 from SupportIE on Vimeo.

MVI 0020 from SupportIE on Vimeo.

Keterangan lebih lengkap dapat kungjungi situs kami,

Budayakan untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum menggunakan.

Jumat, 03 Agustus 2012

Transformasi Arduino Uno menjadi Robot Line Tracking

Pernahkah terbayangkan untuk membuat modul Arduino Uno menjadi sebuah robot beroda?
Lalu, bagaimana dengan urusan mekaniknya? letak motor, roda, tempat sensor, dan lain sebagainya?

Tidak perlu bingung, saat ini telah tersedia shield robot beroda yang didesain untuk keperluan Line Tracking, yaitu DT-Robot Line Tracking Shield. Shield ini kompatibel penuh dengan produk DT-AVR Inoduino, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dihubungkan dengan modul Arduino yang lain, seperti Arduino Mega dan Ardunio Uno.

DT-Robot Line Tracking Shield
DT-Robot Line Tracking Shield + Arduino Uno

Berikut ini cara melakukan transformasi Arduino Uno menjadi Robot Line Tracking.

  1. Hubungkan DT-Robot Line Follower Line Tracking Shield pada Arduino Uno
  2. Abaikan beberapa pin dari Arduino Uno ataupun DT-Robot Line Tracking Shield yang tidak saling terhubung
  3. Hubungkan kabel USB dari PC ke Arduino Uno. (cara instalasi driver Ardunio Uno dapat dibaca pada situs resmi Arduino)
  4. Buka Arduino IDE, load sketch "LineTracking.pde" (dapat ditemukan pada DVD Program DT-Robot Line Tracking Shield)
  5. Edit baris ke-4
    1. Kode program yang asli :
      #include <EEPROM.h> 
      //I/O pin 
      #define DL 46 
      #define LED 13 
      #define STBY 12 
      #define PWMA 11 //left 
    2. diubah menjadi :
      #include <EEPROM.h> 
      //I/O pin 
      #define DL 19  //46 
      #define LED 13 
      #define STBY 12 
      #define PWMA 11 //left
  6. Compile dan upload sketch tersebut ke Arduino Uno.
  7. Kemudian jalankan software "Inoduino LT-Bot.exe” untuk proses pengisian konfigurasi.
  8. Tentukan Comport dari Arduino Uno, kemudian tekan tombol "Open"
  9. Hubungkan Pin A5 ke GND pada DT-Robot Line Follower dengan menggunakan kabel jumper.

  10. Hubungkan pin A5 ke GND sebagai pengganti jumper PGM

  11. Kemudian tekan tombol "Write to Bot" pada software "Inoduino LT-Bot.exe". 
  12. Letakan robot pada arena Line Tracking garis hitam diatas permukaan putih.
  13. Berikan catu daya 5VDC pada J2 di bagian DT-Robot Line Tracking sebagai catu daya motor.
  14. Jika tidak ada kesalahan, maka robot akan begerak dengan lincah mengikuti garis hitam.
Informasi lebih lengkap silahkan lihat di

Budayakan untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum menggunakan.

Kamis, 02 Agustus 2012

Penggunaan Arduino Ethernet Shield untuk aplikasi Internet Meter.

Matt Makes akan menjelaskan tentang penggunaan Internet Meter berbasiskan PHP Server dengan menggunakan Arduino Ethernet Shield.

Begitu banyak sekali fitur ataupun aplikasi yang dapat dikembangkan dengan Internet Meter.
Soruce code dapat ditemukan di

Rabu, 01 Agustus 2012

Contoh rangkaian WIZ820io ke Arduino Nano dengan menggunakan software Fritzing

Fritzing merupakan software desaian rangkaian elektronika yang bersifat open source.

Berikut ini cara menghubungkan WIZ820io ke board Arduino Nano dengan menggunakan software Frtiszing.