Ads 468x60px

Kamis, 26 April 2012

Apple is out to build thinnest iPhone ever this year, report claims

By Zach Epstein Published April 23, 2012 BGR
Will the new iPhone be the thinnest ever? (AP) Apple is on a mission to build the thinnest iPhone yet, and the company may break the 8-millimeter mark when it launches its next iPhone later this year. Reports surfaced last week that Apple is looking to utilize a new display technology in its next iPhone that places a panel’s touch sensors inside the color filters rather than above them, allowing the panel to be thinner without sacrificing responsiveness. KGI Securities analyst Ming-Chi Kuo thinks the reports are accurate according to AppleInsider, and he believes a thinner battery and a switch from glass to metal for the iPhone’s case could make the next iPhone just 7.9 millimeters thick. BGR exclusively reported late last year that Apple is working on a completely redesigned sixth-generation iPhone with a new antenna system that will launch this coming fall. This content was originally published on Read more:

Rabu, 25 April 2012

Sistem Pemantauan Suhu Melalui Jaringan Ethernet [AN192]

Pada sistem aplikasi industri, pemantauan suatu sistem tidak hanya dilakukan dimana proses industri tersebut terjadi, akan tetapi bisa dipantau dari jarak jauh (luar kota dan bahkan luar negeri). Tidak hanya proses pemantauan saja, akan tetapi pada proses pengaturan dan perawatan suatu perlatan industri sangat diperlukan untuk dapat dikendalikan dari jarak jauh. Pada aplikasi ini hanya membahas sebatas sistem logika awal dari sistem tersebut, perihal pengembangan lebih lanjut, dapat disesuaikan dengan keperluan dari sistem yang akan di implementasikan.

Berbasiskan modul mikrokontroler DT-AVR Low Cost Micro System (ATmega8535), aplikasi ini akan memantau suhu suatu ruangan dengan menggunakan modul sensor DT-Sense Temperatures Sensor (LM35) dan data tersebut akan dikirimkan ke komputer web server melalui jaringan ethernet. Sesuai dengan datasheet dari ATmega8535, mikrokontroler jenis ini tidak dipersenjatai dengan ethernet kontroler yang memungkinkan mikrokontroler ini bercakap-cakap dengan device lain melalui jaringan ethernet. Kemudian, bagiamana dengan aplikasi ini, bukankan juga menggunakan jaringan ethernet untuk mengirimkan data suhu ruangan?
Ini dia solusinya : DT-I/O TCP/IP to UART Converter.
Modul ini merupakan konverter data dari antarmuka serial ke ethernet dan juga sebaliknya. Berbasiskan WIZ105SR sebagai converter Ethernet to Serial TTL, memungkinkan mikrokontroler yang tidak memiliki ethernet kontroler dapat berinteraksi dengan device lain melalui jaringan ethernet.

Berikut ini rangkaian dari AN192

Program di mikrokontroler pada aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa C dengan menggunakan compiler AVR-GCC (WINAVR).

Pada sisi Web-Server, digunakan prorgram web berbasis PHP untuk menerima data dari mikrokontroler dan menampilkan suhu di PC Client.

Apabila sistem ini ingin dikembangkan lebih lanjut, berikut ini contoh aplikasi yang mungkin dapat dikembangkan dengan berbasiskan AN192.

Keterangan lengkap perihal AN192 dapat ditemukan pada situs Innovative Electronics di halaman AN.
Selamat Berinovasi!!!

Jumat, 20 April 2012

Arduino Ethernet Shield

Arduino Ethernet Shield R3 FrontArduino Ethernet Shield R3 Back
Arduino Ethernet Shield


The Arduino Ethernet Shield connects your Arduino to the internet in mere minutes. Just plug this module onto your Arduino board, connect it to your network with an RJ45 cable (not included) and follow a few simple instructions to start controlling your world through the internet. As always with Arduino, every element of the platform 鈥� hardware, software and documentation 鈥� is freely available and open-source. This means you can learn exactly how it's made and use its design as the starting point for your own circuits. Hundreds of thousands of Arduino boards are already fueling people鈥檚 creativity all over the world, everyday. Join us now, Arduino is you!
  • Requires and Arduino board (not included)
  • Operating voltage 5V (supplied from the Arduino Board)
  • Ethernet Controller: W5100 with internal 16K buffer
  • Connection speed: 10/100Mb
  • Connection with Arduino on SPI port


The Arduino Ethernet Shield allows an Arduino board to connect to the internet. It is based on the Wiznet W5100ethernet chip (datasheet). The Wiznet W5100 provides a network (IP) stack capable of both TCP and UDP. It supports up to four simultaneous socket connections. Use the Ethernet library to write sketches which connect to the internet using the shield. The ethernet shield connects to an Arduino board using long wire-wrap headers which extend through the shield. This keeps the pin layout intact and allows another shield to be stacked on top.
The most recent revision of the board exposes the 1.0 pinout on rev 3 of the Arduino UNO board.
The Ethernet Shield has a standard RJ-45 connection, with an integrated line transformer and Power over Ethernet enabled.
There is an onboard micro-SD card slot, which can be used to store files for serving over the network. It is compatible with the Arduino Uno and Mega (using the Ethernet library). The onboard microSD card reader is accessible through the SD Library. When working with this library, SS is on Pin 4. The original revision of the shield contained a full-size SD card slot; this is not supported.
The shield also includes a reset controller, to ensure that the W5100 Ethernet module is properly reset on power-up. Previous revisions of the shield were not compatible with the Mega and need to be manually reset after power-up.
The current shield has a Power over Ethernet (PoE) module designed to extract power from a conventional twisted pair Category 5 Ethernet cable:
  • IEEE802.3af compliant
  • Low output ripple and noise (100mVpp)
  • Input voltage range 36V to 57V
  • Overload and short-circuit protection
  • 9V Output
  • High efficiency DC/DC converter: typ 75% @ 50% load
  • 1500V isolation (input to output)
NB: the Power over Ethernet module is proprietary hardware not made by Arduino, it is a third party accessory. For more information, see the datasheet
The shield does not come with the PoE module built in, it is a separate component that must be added on.
Arduino communicates with both the W5100 and SD card using the SPI bus (through the ICSP header). This is on digital pins 11, 12, and 13 on the Duemilanove and pins 50, 51, and 52 on the Mega. On both boards, pin 10 is used to select the W5100 and pin 4 for the SD card. These pins cannot be used for general i/o. On the Mega, the hardware SS pin, 53, is not used to select either the W5100 or the SD card, but it must be kept as an output or the SPI interface won't work.
Note that because the W5100 and SD card share the SPI bus, only one can be active at a time. If you are using both peripherals in your program, this should be taken care of by the corresponding libraries. If you're not using one of the peripherals in your program, however, you'll need to explicitly deselect it. To do this with the SD card, set pin 4 as an output and write a high to it. For the W5100, set digital pin 10 as a high output.
The shield provides a standard RJ45 ethernet jack.
The reset button on the shield resets both the W5100 and the Arduino board.
The shield contains a number of informational LEDs:
  • PWR: indicates that the board and shield are powered
  • LINK: indicates the presence of a network link and flashes when the shield transmits or receives data
  • FULLD: indicates that the network connection is full duplex
  • 100M: indicates the presence of a 100 Mb/s network connection (as opposed to 10 Mb/s)
  • RX: flashes when the shield receives data
  • TX: flashes when the shield sends data
  • COLL: flashes when network collisions are detected
The solder jumper marked "INT" can be connected to allow the Arduino board to receive interrupt-driven notification of events from the W5100, but this is not supported by the Ethernet library. The jumper connects the INT pin of the W5100 to digital pin 2 of the Arduino.

Kamis, 19 April 2012

Serial to Ethernet : Solusi Terbaik Untuk Menghubungkan Mikrokontroler Pada Jaringan Ethernet.

Protokol komunikasi serial saat ini banyak sekali digunakan untuk jalur komunikasi antar device yang sering sekali diterapkan pada peralatan industri. Saat ini sebagaian besar peralatan di dunia industri menggunakan antarmuka serial. Pada sisi yang lain, sekarang ini sering disebut juga sebagai jaman internet. Hal ini disebakan banyaknya fitur dan layanan publik yang dapat diakses melalui internet. Sebagai contoh, para pengguna TV, DVD player dan sistem audio memerlukan koneksi internet untuk mendapatkan fitur-fitur yang menarik. Selain itu, sebagaian besar peralatan industri juga memerlukan koneksi internet sebagai kebutuhan pokok.
Internet memiliki protokol Ethernet yang berbasis pada TCP(UDP)/IP sebagai protokol komunikasi antar device. Beberapa fungsi yang dapat di akomodasi oleh internet adalah sebagai berikut :
  1. Mengatur/mengedalikan peralatan dari jarak jauh.
  2. Pemeliharaan dan pemantuan peralatan dari jarak jauh
  3. Pertukaran data
  4. Update/Upgrade firmware

Oleh sebab itu, jika saat ini device yang digunakan di dunia industri atau peralatan elektronik hanya memiliki antarmuka serial, maka alat konverter data dari Serial to Ethernet Gateway sangat dibutuhkan untuk menjembatani hal tersebut. Berdasarkan analisa ini, maka kami dapat memperkirakan penggunaan dari alat konverter Serial to Ethernet Gateway sangat besar. Hal ini karena cukup banyak peralatan-peralatan elekronik baik untuk kebutuhan rumah tangga ataupun industri yang memerlukan alat konverter Serial to Ethernet Gateway ini.
Adapun peralatan rumah tangga yang memerlukan konverter Serial to Ethernet Gateway adalah TV Digital dan STB. Sedangkan pada peralatan industri, sistem pengukuran (timbangan digital), sistem pengaturan jarak jauh, sistem automasi pabrik dan proses produk otomatis adalah contoh-contoh peralatan yang sangat memerlukan konverter Serial to Ethernet Gateway. Adapun Smart metering system yang saat ini disebut sebagai Green Technology juga merupakan sistem yang cukup potensial dalam hal penggunaan konverter Serial to Ethernet Gateway. Oleh sebab itu, dapat kita katakan bahwa penggunaan konverter Serial to Ethernet Gateway masih memiliki pangsa pasar yang besar di bidang elektronik.

Pengembangan Serial to Ethernet Gateway saat ini cukup pesat, berbagai macam jenis dan fitur2 yang menarik ditawarkan oleh para pembuat konverter ini. Jika anda berminat untuk ikut meramaikan persaingan dalam hal pembuatan alat konveter Serial to Ethernet Gateway, ada baiknya membuat sebuah konverter Serial sendiri yang dilengkapi dengan fitur2 yang berbeda dari yang sudah ada dipasaran.

Seperti yang sudah kita ketehui bersama, komunikasi serial seperti RS232, RS422 dan RS485 merupakan komunikasi serial yang paling sering digunakan di dunia industri. Protokol komunikasi serial tidaklah rumit, jadi siapapun dalam mengimplementasikannya dengan sangat mudah. Selain itu, banyak juga terdapat para engineer yang cukup mahir dalam menguasai protokol komunikasi serial. Hal ini berarti engineer tersebut memiliki kemampuan yang cukup dalam mengimplementasikan fungsi apapun yang berhubungan dengan komunikasi serial.

Pada umumnya, fitur Ethernet disediakan sebagai bagian dari program inti yang ada di dalam OS (operating system) atau Embedded OS seperti RTOS (real time OS) dan program inti tersebut di implementasikan oleh software yang berbasis TCP/IP software stack dan ter-install di dalam OS tersebut. Oleh karena itu, hal ini sangat sulit bagi para pengguna untuk memodifikasi ataupun menambah beberapa fitur tambahan terhadap program inti yang telah tersedia. Selain itu, sangat susah mencari seorang engingeer yang mampu mengubah program inti di dalam OS karena memerlukan beberapa kali eksperimen dan memelurkan waktu yang tidak singkat dalam memahami protokol TCP(UDP)/IP secara detil.

Pada umumnya, prokokol serial di implementasikan pada mikrokontroler, seperti 8051, PIC ataupun AVR. Protokol komunikasi serial tidaklah rumit dan memiliki alur algoritma yang relatif mudah. Akan tetapi dalam kasus implementasi Ethernet ke dalam mikrokontroler, haruslah dipertimbangkan perihal ukuran memori yang dimiliki oleh mikrokontroler yang akan digunakan. Hal ini dikarenakan pada mikrokontroler tersebut akan ditanamkan sebuah OS ataupun RTOS untuk menangani dari Ethernet itu sendiri. Seperti yang sudah kita ketahui, OS ataupun RTOS memerlukan mikrokontroler yang handal dan memiliki ukuran memory yang relatif besar.
Kendala lain yang mungkin dihadapi adalah ketika pengguna akan mengimplementasikan fungsi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna ke dalam OS ataupun RTOS tersebut, tentu saja hal ini tentu saja keahlian dari engineer sangat diperlukan.

Lalu bagaimana solusinya untuk mengimplementasikan Serial to Ethernet Gateway dengan mudah? Hal ini tentu saja tidak perlu memikirikan lagi pada bagian komunikasi serial, bagian yang menjadi sorotan utama adalah di bagian implementasi Ethernet tersebut. Jika menggunakan OS ataupun RTOS untuk menambahkan fungsi Ethernet, maka tentu saja harus dipertimbangkan lagi perihal kerumitan dalam memodifikasi ataupun menambahkan fungsi baru.

Akan tetapi jika kita memiliki sebuah IC yang sudah terintegrasi dengan Ethernet protokol di dalamnya, tentu saja kita dapat membuat sebuah alat yang berbasis Ethernet Gateway dengan mudah tanpa perlu membuang waktu yang cukup lama dalam melakukan eksperimen. Adapun sistem Ethernet Gateway yang diperlukan adalah sebagai berikut :
  1. Tanpa OS ataupun RTOS
  2. Tidak memerlukan mikrokontroler khusus, dapat menggunakan mikrokontrole 8051, PIC ataupun AVR.
  3. Tidak memerlukan ukuran memori yang besar.
  4. Tidak memerlukan pengetahuan TCP/IP yang sangat mendasar dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses eksperimen.
  5. Tidak adanya program yang rumit dengan ukuran program yang cukup besar.
  6. Sudah terintegrasi penuh dalam 1 buah IC dan memiliki performa dan ketahanan yang bagus.

Dari kesimpulan tersebut, maka WIZnet membuat semua itu menjadi mudah dan kompak ke dalam 1 buah hardware Serial to Ethernet Gateway.
Kelebihan pada produk WIZnet antara lain :

  • Dapat menggunakan mikrokontroler yang pada umumnya beredar, seperti 8051, AVR, ataupun PIC dengan ukuran memory yang kecil. Hal ini dikarenakan mikrokontroler tersebut tidak ditanamkan sebuah OS ataupun RTOS yang mana memerlukan ukuran memori dari mikrokontroler yang cukup besar. Selain itu, mikrokontroler tersebut sudah sering digunakan oleh para engineer pada umumnya, sehingga sangat mudah digunakan dan dikembangkan.
  • Siapapun dapat membuat alat berbasis Ethernet karena pada IC yang diproduksi oleh WIZnet telah terintegrasi dengan protokol Ethernet. Tidak diperlukan lagi pemahaman yang sangat mendasar untuk mengerti protokol TCP/IP ataupun melakukan eksperimen yang lama dalam mengembangkan Ethernet protocol. Semua itu sudah dirangkai menjadi 1 buah IC yang dapat menangani Ethernet protocol dengan mudah dan efisien. IC ini secara keseluruhan berbeda dari IC Etherner controller pada umumnya. Jika pada IC Ethernet controller pada umumnya memiliki sebuah MAC dan physical layer, dan fitur tersebut ditangani oleh OS atapun RTOS. Pada IC produksi WIZnet ini, Ethernet protocol yang disediakan sudah terintegrasi dengan MAC dan physical address.
  • IC ini hanya memerlukan sebuah driver yang cukup kecil, yaitu sekitar 20K Byte. Driver ini dapat di sesuaikan dengan penggunaan port yang lain ke dalam berbagai jenis OS ataupun RTOS, karena driver ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa C yang cukup sederhana.

Apakah IC ini sudah diproduksi dan dengan mudah di dapatkan? Ya, Innovative Electronics telah menyediakan secara langsung IC tersebut sebagai solusi utama dalam permasalahan implementasi Ethernet controller.

Adapun jenis IC yang dapat digunakan adalah W5200, W7100 dan W7200 yang dapat digunakan sebagai Serial to Ethernet Gateway.

Produk dari WIZnet dapat ditemukan pada halaman WebSite Innovative Electronics.

Artikel ini ditulis oleh Jace Sohn [General Manager WIZnet] dan diterjemahkan oleh Tim IE

Senin, 16 April 2012

DT-Proto Header Shield

DT-Proto Header Shield adalah sebuah modul add-on yang dapat digunakan pada DT-AVR Inoduino, Arduino™ Uno dan Arduino™ Mega. Modul ini berfungsi sebagai adapter untuk mengubah tata letak pin I/O pada DT-AVR Inoduino agar kompatibel dengan produk-produk lain yang menggunakan antarmuka melalui header 5x2.

Dimensi : 8 cm (p) x 5,35 cm (l) x 1,9 cm (t)
DT-Proto Header Shield Spesifikasi :
  • Berfungsi sebagai adapter untuk mengubah tata letak pin I/O DT-AVR Inoduino ke dalam bentuk header 5x2
  • Kompatibel dengan Arduino™ Uno dan Arduino™ Mega
  • Menggunakan header dengan pitch 2,54 mm
  • Memiliki 6 buah header 5x2 hasil konversi
  • Memiliki lubang untuk penekanan tombol reset
  • Memiliki ISP header yang dapat dihubungkan dengan ISP header pada DT-AVR Inoduino
Perlengkapan :
  • 1 buah board DT-Proto Header Shield.